Dikala Invasi Mobil China Menyerang

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – Saat ini industri china sedang membuktikan kedigdayaannya. Bagaimana  tidak, jika negeri ini mempunyai pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat dengan segala pembangunan daerah yang merata. Saat ini mereka pun seakan-akan menjadi Negara Industri Baru. Kekuatan tersebut memberikan sinyal positif juga akan perkembangannya dalam industri otomotif. Jujur, mobil china dianggap sebagai produk yang underrated  karena dinilai tidak baik dan mudah rusak. Selain faktor tersebut, rasa kepercayaan orang terhadap produk china masih sangat minim, sehingga mereka menganggap paradigma negatif dari konsumen global sebagai motivasi untuk lebih maju dalam sektor industri khususnya otomotif. Memang bagi sebagian orang, teknik TIru- Amati-Modifikasi merupakan taktik jitu sebagai cara untuk berkembang. Ternyata, cara tersebut dinilai kurang efektif untuk menghasilkan produk yang baik, justru beberapa pabrikan melakukan serangan terkait dengan hak cipta dalam perkembangan desain. Namun, China tidak pantang menyerah karena mereka juga punya strategi untuk melakujkan kolaborasi dengan pabrikan besar untuk membuat mobil buatan lokal dengan daya saing yang sangat baik.

Awal yang baik bagi Wuling dapat menjadi sebuah tolak ukur dalam invasi mobil china

Kekuatan Industri pun memacu China untuk melakukan ekspansi besar-besaran. Kini, China tidak hanya ingin jago kandang saja untuk mobil buatan mereka agar laku di pasaran, melainkan mereka sudah berminat di pasar ekspor. Faktor geografis dan ketahanan ekonomi membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang diincar oleh investor asal China. Sebelum mobil china memberi invasi yang kuat untuk saat ini seperti DFSK dan Wuling, kami mencatat beberapa pabrikan seperti Cherry, Geely dan Great Wall pernah bermain di pasar Indonesia. Namun, nasib yang kurang baik membuat Cherry, Geely dan Great Wall harus menutup segala aktivitasnya di Indonesia. Nasib buruk tersebut dipelajari oleh Wuling dan DFSK untuk merilis dan melakukan ekspansi di Indonesia. Wuling dan DFSK mempunyai reputasi yang sangat kuat di China. Mengapa? Karena kedua merek tersebut dimiliki oleh perusahaan pemerintah dan kedua merek tersebut juga merupakan pemuncak pasar otomotif China. Embel-embel tersebut merupakan salah satu strategi mereka untuk memberikan angin segar terhadap industri otomotif di Indonesia.

Wuling dan DFSK di Indonesia bersaing juga dengan pabrikan Jepang yang sudah lama bermukim di Indonesia. Memang, Wuling dan DFSK bak sebuah anak kemarin sore yang baru datang ke tempat permainan. Namun, apakah selamanya akan dianggap negatif? Kami rasa mereka bukan pesaing yang bisa dianggap remeh. Jujur, saat kita melihat strategi harga yang mereka tawarkan seperti merusak pasar. Namun, harga yang mereka tawarkan juga berusaha untuk mempunyai value for money yang sangat baik. Kami melihat keseriusan mereka dalam melakukan ekspansi tidak sekedar investasi pabrik belaka, melainkan mereka juga melakukan investasi dalam bidang infrastruktur pendukung. Dalam hal ini, infrastruktur pendukung yang dimaksud adalah after sales dan pembuatan suku cadang lokal dengan tingkat TKDN yang cukup tinggi.

DFSK Glory, medium SUV harga crossover.

Produk yang mereka tawarkan memang sedikit berbeda, dikala Wuling asik dengan pasar MPV yang sangat kuat, justru DFSK lebih memilih varian SUV dan mobil truk ringan sebagai produk pembuka mereka di Indonesia. Wuling mempunyai harga yang sangat bersaing, bahkan dengan fiturnya sekalipun mereka mempunyai keunggulan kompetitif dalam hal ini. Harga yang mereka tawarkan sangat mudah dijangkau untuk konsumen kelas menengah. Sementara, DFSK dengan produk nya yaitu Glory 580 mempunyai banderol yang cukup variatif. Tertera harga di brosur dimulai dari 220 jutaan untuk varian terendah, hingga 350 jutaan untuk varian termahal. Baik Wuling dan DFSK, mereka bermain di pasar yang cukup gemuk, dimana produk kompetitor sudah banyak dan saling berebut kue. Namun, hal tersebut bukan sebuah masalah tetapi bisa menjadi peluang. Banyak sekali orang yang memprediksi dalam beberapa tahun mendatang, Mobil china akan jauh lebih bersaing dalam kualitas dan harga sehingga mampu merebut hati masyarakat.

Jadi, apakah kalian sudah mulai percaya dengan mobil china? Mengingat industri mobil china juga sudah sangat kuat. Komitmen dari mereka pun juga tidak main-main, bahkan DFSK memberikan garansi yang paling lama untuk saat ini, yaitu 7 tahun untuk 150 ribu KM, sementara wuling menjamin biaya operasional terbaik dan jaminan harga jual yang sangat baik. Mobil China? Why Not!

 

About Reyhan Apriathama 159 Articles
Seorang Test Driver penggemar yang suka dengan German Engineering dan masih berstatus single. Suka banget sama SUV dan Double Cabin apalagi buat kepentingan roadtrip.