First Drive : Mitsubishi Outlander PHEV, Mobil Listrik Bisa Apa Aja!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – Salah satu APM di Indonesia yang sangat serius untuk menjual mobil listrik ialah Mitsubishi. Bagaimana tidak, sejak beberapa tahun silam Mitsubishi sudah cukup concern terhadap mobil listrik ketika mereka mulai memperkenalkan dan memberikan edukasi tentang Outlander PHEV dan i-Miev. Kendala dalam infrastruktur dan regulasi perpajakan menjadi problematika untuk mobil ini dijual di Indonesia. Seperti apa impresi awal kami saat mengendarai Outlander PHEV? ikuti kami.

Banyak faktor mengapa mobil ini bisa menjadi alasan pemenuhan kebutuhan akan mobil listrik di masyarakat

Jujur, saat pertama kali melihat mobil ini rasanya seperti mimpi, mengapa? Karena saya dari dulu sangat menginginkan untuk naik mobil ini karena faktor pemenuhan kebutuhan. Faktor ini dirasa cukup emosional mengingat mobil ini pastinya memenuhi kebutuhan saya dalam hal transportasi hijau. Kebutuhan tersebut karena saya ingin mobil yang tinggi, nyaman dengan efisiensi bahan bakar yang baik. Mobil ini dirasa mampu untuk memberi hal tersebut, belum lagi faktor mobil listrik menjadi alasan mengapa mobil ini sangat dibutuhkan bagi saya. Secara keseluruhan desain, tidak ada kompromi untuk mobil ini, bahkan masih terasa cukup proporsional dibagian eksterior.

Sementara, saat melihat kedalam interior kami merasa mobil ini cukup mewah dan berkelas berkat penggunaan warna cokelat tua pada joknya, dan mobil ini juga mempunyai posisi duduk yang pas. Pada desain interior dari mobil ini sama persis seperti Outlander generasi ketiga. Di bagian bawah, kita akan menemukan perseneling khas mobil listrik dan pengaturan model 4wd. Sementara, pada bagian panel instrumen, mobil ini dilengkapi head unit LCD 7 inci yang lengkap dengan sistem pengaturan kelistrikan sepenuhnya. Head unit tersebut juga diberikan sound system dari Rockford Fosgate yang memberikan kualitas audio yang sangat baik.

Menggunakan mesin 4B11 dengan bantuan motor listrik

Mitsubishi Outlander PHEV menggunakan basis mesin berkode 4B11 dengan CVT dan tambahan motor listrik. Total tenaga baik mesin dan listrik menjadi sekitar 220 Hp dengan penggerak empat roda. Listrik dari mobil ini mengandalkan motor yang serupa dengan i-miev namun dengan dua buah motor listrik. Sayangnya, walaupun mobil ini berjenis Plugin Hybrid. Outlander PHEV mempunyai standar daya pengisian yang cukup tinggi, yaitu 3.300 VA.

Sayangnya, daya listrik yang dibutuhkan untuk mengisi mobil ini secara rumahan masih cukup tinggi

Angka tersebut cukup tinggi, dimana jumlah voltase listrik sebesar itu agak sulit jika konsumen melakukan pengisian dirumahnya, padahal beberapa pabrikan hanya menyaratkan penggunaan 2.200 VA untuk pengisian. Saat dalam mode quick charge, mobil ini mampu mengisi daya hingga 80 persen hanya dalam waktu 30 menit. Namun, jika dalam satuan normal, Outlander PHEV dapat mengisi penuh dalam tempo 3-5 jam.

Well, bagaimana rasa berkendaranya? Jujur saja, saat kami mengendarai mobil ini dalam keadaan mode listrik, yang kami rasakan mobil ini terasa cukup halus dan hening. Mobil ini terasa cukup untuk pemakaian di ibukota, memang saat berada di mode listrik dengan gerak dua roda mobil ini terasa cukup hambar dan perpindahannya masih biasa saja. Akan tetapi, hal tersebut berubah saat kita menggunakan mode 4WD dan hibrida, mobil terasa lebih spontan dan responsif, tidak ada rasa lamban saat mengendarai Outlander PHEV. Bantingan suspensinya juga cukup nyaman untuk sebuah mobil listrik. Memang, Jeremy Clarkson pernah mencatut mobil ini sebagai salah satu mobil yang buruk, namun ternyata saat kami mencobanya ternyata dirasa sangat memadai untuk kami, terutama jika mobil ini digunakan secara harian.

Keterbatasan ruang menjadi kendala dalam melakukan first drive ini, setidaknya mobil ini akan sangat layak untuk digunakan sehari-hari dengan kondisi infrastruktur Indonesia

Keterbatasan ruang tes memang menjadi kendala kami dalam mengetes mobil ini, namun kami dapat menyimpulkan jika mobil ini merupakan mobil listrik yang paling layak untuk seseorang dengan tingkat mobilitas yang tinggi dan mobil ini mempunyai kemampuan yang baik untuk digunakan sehari-hari dan mobil ini merupakan salah satu mobil listrik berjenis SUV. Saat ini, Mitsubishi masih sedang melakukan studi untuk mobil ini apakah layak untuk dijual di Indonesia, dengan segala faktor pertimbangan yang ada? Selain itu, harga dari mobil ini juga pastinya akan sangat tinggi jika dijual dengan skema pajak yang ada saat ini. Di Jepang, Mitsubishi Outlander PHEV dibanderol sekitar 500 jutaan untuk varian termahalnya, dan harga tersebut juga termasuk dengan insentif dari pemerintah jepang. Namun, jika kami mampu melakukan estimasi harga, dengan teori pajak yang baru dan skema insentif dari pemerintah Indonesia, maka harga tertinggi nya ada pada rentang 600-650 jutaan.

About Reyhan Apriathama 159 Articles
Seorang Test Driver penggemar yang suka dengan German Engineering dan masih berstatus single. Suka banget sama SUV dan Double Cabin apalagi buat kepentingan roadtrip.