GIIAS 2016 : Kia Grand Sedona, Mewah tapi Murah

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – Di GIIAS yang dibuka Kamis lalu, Kia meluncurkan dua produk anyarnya. Salah satunya adalah Kia Grand Sedona yang merupakan kelanjutan dari Sedona dan Carnival. Anda yang hidup di dekade 1990an tentunya tahu Kia Carnival, MPV besar yang berfitur lengkap, namun kurang di sisi reliability. Apakah Kia Grand Sedona akan sama nasibnya dengan sang pendahulu, ataukah akan jauh lebih baik?

Simak First Impression kami dibawah ini untuk mengetahuinya.

Exterior


Pertama kali kami melihat Grand Sedona, kami langsung merasa mobil ini berukuran XXL. Ibaratnya Mazda Biante itu ukurannya L, dan Toyota Alphard/Vellfire itu ukurannya XL. Nah, Grand Sedona ini ukurannya XXL alias xtra xtra large.

Panjang mobil ini lebih dari 5 meter dan lebarnya hampir 2 meter, pastilah menjanjikan kelegaan kabin. Akan kami bahas nanti di bawah, bagian interior.

Di bagian depan, mobil ini terlihat cukup mewah dan gagah dengan gril besar berbahasa desain Tiger Nose khas Kia. Lucunya, untuk gril krom hanya tersedia di tipe Platinum ke atas.

Untuk headlamp, semua tipe dapat proyektor. Namun untuk DRL hanya ada di tipe Platinum ke atas. Auto active light juga termasuk kelengkapan standar Grand Sedona.

Di sisi samping, terlihat pelek 18″ milik Grand Sedona. Menurut kami, model peleknya terlihat kurang mewah. Ukurannya kekecilan pula, tidak sesuai ukuran bodi Grand Sedona. Kalau saja dia memakai pelek 19″ berwarna two-tone machining atau graphite, pasti akan terlihat lebih mewah.

Oya, bannya berukuran 235/60R18 yang bermerek Kumho.

Bagian belakang Grand Sedona..umm.

Entah kenapa walaupun desainnya bagus, kami merasa bagian belakangnya agak plain. Di bagian belakang ini, konsumen Grand Sedona mendapat rear license garnish yang dikrom. Namun sayangnya, handle pintu samping tidak full chrome. Soal rearlamp, Grand Sedona sudah pakai LED sebagai standarnya.

Rear spoiler tentunya termasuk paket pembelian, masa Luxury MPV nggak dapat spoiler?

Di sisi belakang juga ada emblem ‘Ultimate’ yang berarti unit display ini adalah tipe Ultimate yang tertinggi. Tapi ada kejanggalan di unit ini yang tidak sesuai spec sheet. Akan kami jelaskan di bagian-bagian berikutnya.

Interior


Nah, kita masuk ke Grand Sedona.

Perlu kami akui, Kia sepertinya sangat serius dalam merancang New Sportage dan Grand Sedona ini. Lompatannya jauh sekali dari Sportage dan Sedona lama.

Desain dasbor Grand Sedona cukup mewah, fit and finishnya juga cukup rapi. Wood trim tersedia dari entry level Grand Sedona.

Namun yang mengganggu, head unit Grand Sedona terlihat sedikit outdated. Seharusnya bisa pakai full touchscreen, agar terlihat (sedikit) futuristik.

Terlihat di foto, Grand Sedona memakai setir palang tiga yang dilengkapi airbag dan steering switch. Model setirnya sepertinya lebih ke arah sporty dibanding mewah.

Oya, Grand Sedona juga dilengkapi dengan smart key, jadi start engine bisa tinggal tekan tombolnya saja.

Grand Sedona juga masih dilengkapi dengan jam digital, kelihatannya agak outdated. Mengapa tidak analog, Kia?

Door trim Grand Sedona terlihat cukup bagus desainnya, namun entah kenapa material yang berwarna hitam terasa agak ‘murah’. Mungkin hanya unsur subjektif kami saja.

Material lain untungnya tak terkesan murahan. Fit and finishnya juga rapi. Oya, kantung pintu depan Grand Sedona bisa memuat botol minum.

Speakernya terletak di atas kantung pintu. Hebatnya, Grand Sedona sudah dilengkapi sistem audio Infinity by harman di tipe Ultimate. Tipe bawahnya dapat 4 speaker dan 2 tweeter.

Uniknya, Grand Sedona memiliki door trim penumpang yang ada switch pengunci pintunya. Aneh juga, biasanya switch ini hanya ada di pintu pengemudi.

Jok depan Grand Sedona terlihat tebal, dan ketika diduduki masih terasa empuk. Mungkin karena asalnya dari AS yang suka long driving kali ya? Grand Sedona Ultimate juga dapat power seat.

Polanya nggak aneh, hanya dua garis yang berpotongan. Materialnya kulit warna beige, gampang kotor kah?

Untungnya Kia punya bahan pelapis beige yang berteknologi YES yang mudah dibersihkan. Namun kami ragu bahannya akan se-durable itu.

Nah, ini dia baris kedua Grand Sedona. Masuknya dari dual electric sliding doornya ya.

Modelnya bukan captain seat, mungkin bolehlah dibilang semi-captain seat. Jok kanan dan kiri memang terpisah, bukan model bench seat, tapi ada jok ‘tambahan’ yang sangat diperlukan jika sang Grand Sedona dibawa mudik.

Mungkin kurang aman untuk perjalanan jauh, karena tak ada headrestnya. Jika bangku ekstensi tadi direbahkan, nantinya akan jadi seperti ini.

Bagian tengah ini bisa jadi benefit juga, karena bisa jadi meja kecil. Cukup berguna untuk makan si kecil di belakang. Sayangnya, headrest baris kedua nggak ber’kuping’.

Dari foto diatas, mungkin Grand Sedona terlihat hanya punya 3 baris bangku. Padahal aslinya 4. Baris ke-4 dapat ditarik dari lantai bagasi, namun dengan mengorbankan bagasi. Bagasinya jadi tinggal sebesar Datsun GO+. Kia terlihat agak plin-plan, mau mewah dengan fitur bertaburan atau muat banyak?

Yang pasti, mau duduk dimanapun Anda di Grand Sedona, pastilah merasa lega sekali, kecuali di baris paling belakang.

Di lain sisi mungkin ada keuntungannya, Anda jadi bisa mendapat mobil sekelas Alphard namun dengan kapasitas angkut setara H-1.

Aslinya Grand Sedona Ultimate di spec sheet sudah memiliki dual sunroof, tapi di GIIAS sunroofnya tak tampak batang hidungnya. Yah, mungkin masih trial product.

Engine

Grand Sedona menggunakan mesin seri Lambda V6 yang bertenaga 270hp di 6000rpm serta menghasilkan torsi 336nm di 5200rpm.

Mesin ini dapat dikatakan setara dengan 3.500cc milik Alphard dan Vellfire. Ah, setidaknya mesin ini cukup untuk sekadar mengantar pak bos ke kantornya.

Kia Australia mengklaim mesin ini hanya mengonsumsi 11,6 liter bensin dalam 100km perjalanan. Yah, kira-kira itu 8,6kmpl. Boros? Ya. Namun itu akan terbayar oleh tenaga mesinnya yang kuat.

Verdict


Grand Sedona pastinya akan mendobrak pasar MPV Indonesia. Dengan harga on the road sekitar 500 jutaan untuk tipe Ultimate, Grand Sedona menggabungkan dimensi, kelegaan dan kenyamanan Luxury MPV dengan price tag Medium MPV. Fitur yang dibawanya? Jangan ditanya, lengkap sekali untuk harga yang dibayarkan untuk menebusnya.

Toh, meskipun begitu Grand Sedona tak luput dari kekurangan, semisal tampilan belakang dan model pelek. Kia juga terlihat plin-plan disini, mau jadi Luxury MPV yang mewah dan berfitur lengkap atau People Mover 11-seater? Atau mau jadi keduanya?

Bagi Anda yang memiliki uang senilai 500 juta dan mencari MPV, inilah pilihan yang tepat sepanjang Anda terbiasa mengendarai mobil panjang dan tak pusing mengenai resale value dan citra mobil Korea.

Namun bagi Anda yang mementingkan detail dan representatif di depan umum, mobil ini kurang tepat karena banyak hal-hal kecil yang hilang disini, semisal audio touchscreen yang sangat umum. Aura mewah yang kurang kuat juga dapat menjadi penghalang Anda menebus Grand Sedona.

Yang pasti, bagi Anda yang mencari MPV lega dan nyaman seperti Luxury MPV namun dengan kapasitas angkut besar dan harga Medium MPV, mobil ini sangat cocok untuk Anda.

Rival

Honda Odyssey 2.4 Prestige

(+) Fitur, konsumsi bbm, jaringan servis dan resale value

(-) Kelegaan kabin, build quality

Jangan lupa untuk stay tune terus di AutoPlusID.com untuk berita terbaru dari GIIAS 2016, dan jangan lupa corat-coret di kolom komentar serta subscribe channel YouTube kami di Auto Plus Indonesia.

Oh ya, bagi Anda yang berminat dengan Grand Sedona, masih ada waktu 2 hari lagi di GIIAS untuk melihatnya. See ya!

Text : Veyvez Zatha

Photo : Veyvez Zatha & Andra Febrian

About Veyvez Zatha 29 Articles
Petrolhead alias reviewer mobil yang nyasar ke dunia hitung-hitungan alias matematika. Penggemar sejati air-cooled Porsche. Cari dia di Instagram @veyvez