GIIAS 2016 : Suzuki SX4 S-Cross, Anak Hilang Yang Muncul Lagi

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – Beberapa saat yang lalu, sempat muncul rasa rindu kami terhadap Suzuki SX4 mengingat pada kemunculannya di Indonesia pada 2007 sebagai pelopor konsep crossover, mobil ini sukses besar dengan resep mesin irit, kencang, bandel serta model yang macho dan kompak. Pada 2012 karena minim permintaan, SX4 dihentikan penjualannya. Tak lama setelah itu muncullah generasi kedua SX4 di mancanegara dengan embel-embel S-Cross. Suzuki Indonesia tak langsung memasarkannya.

Kami mengerti mengapa butuh waktu untuk menjual SX4 S-Cross. Kendala mereka ada pada ketiadaan mesin yang cocok untuk kondisi Indonesia. Di luar negeri tersedia mesin 1.3 dan 1.6 diesel, serta 1.6 dan 2.0 bensin. Tentu tak ada yang cocok, kita butuhnya 1.4 atau 1.5 bensin karena masalah pengkategorian pajak serta buruknya kualitas solar disini.

Dan akhirnya Suzuki menemukan penyelesaiannya dengan mengimpor S-Cross dari India dengan special request : pakai mesin M15A peninggalan SX4 lama. Dengan sejumlah perubahan, didapatlah kapasitas mesin 1.491 cc berkatup variabel dengan tenaga 109 hp. Sesuai apa yang terjadi pada masa lalu, tagline marketing mobil ini adalah “The 1st crossover in Indonesia is back!”

Oke, kita bahas saja tampak luarnya. Semua pasti setuju S-Cross termasuk mobil yang ganteng. Lebih besar dari generasi sebelumnya, secara otomatis memberikan kesan lebih sangar dari SX4 lama yang agak kebanci-bancian. Di luar negeri saja, mobil ini bisa menantang Mitsubishi ASX (Outlander Sport) mengingat ukuran yang sebelas-duabelas serta penggunaan mesin 2.0 disana walaupun beresiko bentrok dengan Suzuki Vitara baru.

Di bagian depan kita bisa temukan sedikit bentuk gril semi single frame ala Suzuki. Karena S-Cross ini pakai spek India, gril atasnya pakai garis-garis krom yang sebetulnya kurang cocok dengan konsepnya yang SUV tulen. Ditemukan pula headlamp berprojector dan ber-DRL walaupun belum pakai efek smoke, sehingga headlamp bagian dalamnya full pakai chrome. Sementara di bagian samping tidak banyak yang bisa dikomentari, desainnya tidak mengada-ada namun tetap ciamik. Oh ya, peleknya 16 inci dan hmm, kami suka desainnya.

Geser ke belakang, fitur desain yang paling menonjol adalah lampu belakangnya yang walaupun tidak unik tapi enak dilihat. Belum mengusung LED mengingat mobil ini keluaran 2013 di luar negeri, belum ngetren yang namanya lampu LED saat itu. Selebihnya sih biasa saja, tapi lagi-lagi tidak jelek. Suzuki menyediakan aksesori opsional, yakni krom-kroman (duh) yang dipasang di sudut bumper depan dan belakang. Selain menambah kemewahan (enggak juga sih), krom-kroman ini bisa menyelamatkan mobil ini dari serangan baret yang kerap terjadi di sudut-sudut bumper.

Masuk ke dalam, pola desain ala Suzuki diterapkan disini dengan layout yang simpel namun fungsional. Walaupun masih simpel, interior ini masih lebih keren dari Ertiga atau Swift. Tampak lubang AC satu frame dengan head unitnya yang sayang masih aftermarket. Setirnya identik dengan Swift dengan tambahan tombol cruise control dan lapisan kulit plus jahitannya di bagian lingkarnya. Wow.

AC-nya sendiri sudah digital plus climate control. Tapi demi fungsionalitas, mengatur suhu masih pakai puter-puteran walaupun bukan model kompor, lebih mewah sedikit. Selain itu, fitur start/stop button dan keyless entry sudah diterapkan di S-Cross mengingat Swift GX juga sudah. Head unitnya touch screen, berukuran 7 inci dan dapat menyalakan lagu dari smartphone dengan koneksi bluetooth.

Lalu kami merasakan bangku belakangnya. Karena panjangnya mencapai lebih dari 4 meter, S-Cross berasa lebih lega – terutama dibanding adiknya yakni Swift. Disediakan armrest tengah yang bisa dilipat. Pun begitu bagasinya yang sangat-sangat lega seperti sedan, estimasi kami bagasi ini dapat menampung 8 galon air atau 3 orang dewasa. Di bagasi ini disediakan cover, sehingga orang di luar tak akan dapat melihat isi bagasinya. Secara akomodasi, S-Cross tak berasa seperti sebuha hatchback. Ia lebih berasa seperti medium SUV.

Fitur lainnya yang belum kami sebutkan adalah auto rain sensor, parking sensor, ABS, EBD, dua airbag, immobilizer serta MID. Semua itu bisa anda dapatkan di banderol Rp 246 juta untuk transmisi manual dan Rp 259 juta bila anda mau transmisi otomatis (konvensional). Tertarik?

About Andra Febrian 80 Articles
Kenal dunia otomotif sejak 2006 dan mulai menulis dari 2012. Katanya jago photoshop, dan kurang paham mobil mahal.