Rugi Terus, Blackberry Masuk Industri Mobil

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

blackberry

AutoPlusID.com РHilangnya fans Blackberry tentunya membuat mereka kehilangan laba di pasar smartphone dan tablet yang mereka masuki sejak lama dan akhirnya mengumumkan akan masuk pasar otomotif yang lebih serius. Perusahaan yang didirikan oleh Mike Lazaridis ini ternyata bakal mengembangkan teknologi driverless car alias autonomous drive dibantu oleh perusahaan lain bernama Luxoft. Wow!

Sebelumnya Blackberry ternyata sudah mulai merambah ke dunia otomotif waktu mereka memperkenalkan sistem infotainment mobil mereka yakni QNX yang diklaim telah dipakai di 60 juta mobil. Pada tahun 2014, perusahaan yang bermarkas di Kanada ini sukses besar setelah Ford memutuskan untuk memakai QNX daripada Windows.

Mobil self-driving buatan Google.
Mobil self-driving buatan Google.

Belakangan ini produsen mobil dan teknologi berlomba-lomba mengembangkan teknologi autonomous drive tersebut. Sebut saja Ford, Volvo, Tesla, Google dan Qualcomm. Teknologi tersebut mereka yakini sebagai sebuah teknologi yang potensial di masa depan. Kini sudah ada sejumlah mobil yang sudah dijual dengan teknologi semi-autonomous, yakni mobil yang sudah dilengkapi fitur seperti mengerem otomatis, misalnya. Seluruh Mazda generasi baru sudah dilengkap dengan fitur tersebut. Belum lagi hampir semua merek Eropa sudah memasangi mobil mereka dengan fitur tadi.

Bahkan, sejumlah ahli sudah memperkirakan pada tahun 2040 atau 24 tahun lagi, 70-75 persen mobil sudah menggunakan teknologi self-driving itu. Hal itulah kira-kira yang membuat Blackberry mantap ikut mengembangkan driverless car. Chief Executive Officer (CEO) Blackberry, John Chen pun mengutarakan keinginannya untuk bekerjasama dengan Apple, Google dan Tesla yang juga lagi mengembangkan teknologi yang sama.

Belum ada kabar lebih lanjut soal persetujuan dari ketiga perusahaan tadi untuk berkerjasama. Tapi yang pasti hal ini cukup menjanjikan bagi Blackberry, terutama karena industri smartphone sudah tidak menguntungkan lagi bagi mereka. Dilansir Autoevolution (25/12), mereka akan memperkenalkan teknologi ini bulan depan, yakni Januari 2016. Patut ditunggu kelanjutannya.

 

 

 

About Andra Febrian 80 Articles
Kenal dunia otomotif sejak 2006 dan mulai menulis dari 2012. Katanya jago photoshop, dan kurang paham mobil mahal.