Rasa berkendara yang cukup baik diperkotaan, merupakan modal Audi A3 untuk menyasari konsumen kaum urban yang membutuhkan mobil mewah harian.

Test Drive : Audi A3, The Millenials Of Audi

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – VW dan Audi merupakan pionir dalam membentuk sebuah Hatchback mewah. Mengapa demikian? Karena VW dan Audi berhasil membangun keluarga mobil kompaknya dengan sangat baik dan sangat diterima di pasar Internasional. Sasis modular MQB adalah jawabannya, karena hampir semua mobil dengan sasis MQB adalah produk yang mempunyai value for money yang sangat baik.Terbukti, VW MQB grup menyumbangkan penjualan yang sangat tinggi di Dunia dengan VW Golf dan Audi A3. Dikelas kendaraan kompak mewah ini, ia tidak berdiri sendiri saja, karena ia juga mempunyai pesaing berat dari Jerman lainnya seperti Mercedes Benz New Generation Compact Car dan BMW-Mini UKL Platform. Bagi beberapa orang Audi A3 hanyalah sebuah VW Golf yang diberi kemewahan berlebih semata, apakah anggapan tersebut benar? Let’s Check This Out.

Desain bagian depan seperti Audi "Zaman Now" dengan single frame 3D Grill yang simpel, berkarakter namun tetap dinamis
Desain bagian depan seperti Audi “Zaman Now” dengan single frame 3D Grill yang simpel, berkarakter namun tetap dinamis

Audi A3 yang hadir di Indonesia merupakan varian yang sudah menerima Product Improvement yang hadir sejak awl 2017 silam dan diluncurkan di GIIAS 2017. Secara desain, Audi A3 sudah menganut single frame 3D Grill yang simpel dan berkarakter. Desain eksterior dari mobil ini memang bukan yang paling memukau dan cenderung biasa saja jika dibandingkan pesaing dikelasnya, kecuali dengan imbuhan S-Line.

Desain bagian samping ini cenderung oldskool jika dibandingkan dengan desain dari Audi A3 generasi sebelumnya.
Desain bagian samping ini cenderung oldskool jika dibandingkan dengan desain dari Audi A3 generasi sebelumnya.

Kesan dinamis tersebut, sayangnya tidak terlihat pada lekukan tubuh samping nya yang kurang berani dan terasa konvensional, padahal calon pembeli dikelas ini sangat berharap jika mobil yang ia miliki mempunyai tampilan desain maupun model yang memukau.

Desain bagian belakang mengalir, namun dengan attention to detail yang sangat cantik
Desain bagian belakang mengalir, namun dengan attention to detail yang sangat cantik

Namun, kesan tersebut sedikit berkurang dengan penyematan warna yang berani dan attention to detail yang sangat cantik, termasuk penggunaan Audi dynamic signature lamp yang membuatnya terlihat sangat cantik dimalam hari.

Bentuk velg terasa sederhana, namun tetap senada dengan desain tubuh
Bentuk velg terasa sederhana, namun tetap senada dengan desain tubuh

Bentuk velg nya kami rasa juga cukup konvensional dan kurang proporsional karena ia hanya diimbuhi oleh Ban dengan profil 225/45/R17, akan tetapi jika ia menggunakan 18 inci akan terasa jauh lebih proporsional.

Desain interior yang minimalis dengan atention to detail dengan kolaborasi retro dan modern
Desain interior yang minimalis dengan atention to detail dengan kolaborasi retro dan modern

Saat masuk kedalam interior dari mobil ini yang kami rasakan adalah kesan premium nan minimalis khas Audi. Kesan premium tersebut sayangnya tidak menyeluruh dan ada beberapa detil yang masih diimbuhi dengan plastik keras.

Format Audi MMI di A3 masih dalam bentuk yang umum, belum seperti Audi kekinian yang sudah lengkap dengan format Audi MMI Navigation Plus
Format Audi MMI di A3 masih dalam bentuk yang umum, belum seperti Audi kekinian yang sudah lengkap dengan format Audi MMI Navigation Plus

Di tengah instrumen kita disajikan sebuah display Audi MMI yang merupakan sentra multimedia dan pengaturan di mobil ini, sayangnya Audi MMI ini masih konvensional dan belum dilengkapi oleh fitur layaknya Audi “Zaman Now” dengan segala kecanggihan yang terpusat di Audi MMI. Selebihnya, fitur dari mobil ini kami rasa tergolong cukup standar.

Posisi duduk belakang mempunyai ruang kaki terbatas, dikarenakan bentuk atap yang sedikit melandai. Selain itu, juga belum ada armrest sehingga posisi duduk penumpang belakang kurang nyaman
Posisi duduk belakang mempunyai ruang kaki terbatas, dikarenakan bentuk atap yang sedikit melandai. Selain itu, juga belum tersedia armrest dan posisi duduk belakang cenderung tegak sehingga posisi duduk penumpang belakang kurang nyaman

Posisi duduk dari mobil ini sangat egonomis dan sudah dilengkapi oleh pengaturan kursi elektrik dan stir yang dapat diatur secara tilt dan teleskopik. Di baris kedua mobil ini, kami merasa bentuk atap yang melandai jika dibandingkan dengan VW Golf membuat ukuran ruang kepala menjadi terbatas, memang ruang kaki dari mobil ini terasa cukup sehingga kaki tersangga dengan baik. Sayangnya, di kursi tengah belum ada armrest sehingga mengurangki kenyamanan penumpang belakang.

Unit mesin yang digunakan hampir sama dengan VW Golf dan Polo 1.200 TSI
Unit mesin yang digunakan sama dengan VW Golf dan Polo 1.200 TSI

Diatas kertas, Mobil ini menggunakan mesin yang sama dengan VW Golf 1.2 TSI dan Polo TSI yaitu 1.200 cc empat silinder dengan tenaga 110 PS dan torsi 175 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan dengan transmisi kopling ganda. Faktor efisiensi merupakan alasan mengapa A3 ini hadir dengan mesin yang dapat dikatakan “Medioker”. Memang kami akui seharusnya mobil ini menggunakan mesin 1.500 cc yang baru dengan harapan tenaga yang lebih memadai tanpa mengurangi efisiensi bahan bakar.

25 TFSI Menandakan Nomenklatur Baru dari Audi. Angka 25 tidak hanya diukur berdasarkan Torsi saja, melainkan tingkat downforce yang dapat dilajukan oleh mobil ini
25 TFSI Menandakan Nomenklatur Baru dari Audi. Angka 25 tidak hanya diukur berdasarkan Torsi saja, melainkan tingkat downforce yang dapat dilajukan oleh mobil ini

Lantas, bagaimana rasa berkendara dari mobil ini? Awalnya kami pesimis dengan figur angka yang berada dikertas brosur, nyatanya tidak bisa dibilang buruk bahkan tenaga yang dihasilkan sangat memadai untuk di perkotaan yang cukup padat. Hal tersebut juga ditunjang dengan stir dari mobil ini yang sangat ringan. Sayangnya, stir yang ringan membuat feedback roda dan aspal tidak terasa komunikatif. Figur performa dengan mesin kecil tersebut ternyata membuat mobil ini sangat efisien di jalan raya, terbukti kami mencatat angka 14,2 Km/L di dalam kota dan di tol dengan kecepatan rata-rata 19 km/jam sementara di rute tol ia sanggup mencetak kehematan hingga 21.2 Km/L dengan asumsi kecepatan rata-rata di 70-80 Km/Jam. Walaupun mobil ini mengorientasikan kehematan, tetapi performa mesin dari mobil ini juga tidak buruk karena kami mencatat angka dari 0 ke 100 km/jam dalam 9.8 detik dan peran transmisi kopling ganda dari mobil ini sangat sigap dan halus.

Kekurangan dari A3 ini yang kami rasakan ialah fitur dari mobil ini, karena fitur yang dimasukan ke Indonesia terbilang minim sekali opsi dan tidak terasa seperti Audi “Zaman Now” yang kita ketahui mempunyai kelengkapan yang sangat Advanced seperti Virtual Cockpit, Audi MMI Navigation Plus maupun Audi Drive Select. Kemudian yaitu visibilitas dari mobil ini yang masih agak kurang baik karena spion dari mobil ini terasa banyak sekali blindspot dan mobil ini untuk sebuah Audi masih terasa standar.

Rasa berkendara yang cukup baik diperkotaan, merupakan modal Audi A3 untuk menyasari konsumen kaum urban yang membutuhkan mobil mewah harian.
Rasa berkendara yang cukup baik diperkotaan, merupakan modal Audi A3 untuk menyasari konsumen kaum urban yang membutuhkan mobil mewah harian.

Audi A3 yang kami gunakan di test kali ini merupakan produk Audi termurah yang dijual di Indonesia. Harga dari mobil ini ialah 595 juta OTR DKI Jakarta, dan hanya tersedia dalam satu varian saja. Harga dari mobil ini secara tidak langsung juga merupakan yang termurah jika dibandingkan dengan Mercedes Benz A200 maupun BMW Seri 1. Harga yang tercantum juga sudah paket servis gratis tiga tahun atau 90 ribu Km.

Kesimpulannya ialah, jika anda hanya bepergian dari A ke B dengan karakteristik perkotaan yang padat ataupun hanya ingin memberikan kendaraan kepada istri maupun anak anda, maka mobil ini merupakan salah satu pertimbangan terbaik dengan reputasi merek eropa kelas paripurna. Akan tetapi, jika anda membutuhkan emosional berlebih dan performa yang lebih kuat, maka pesaingnya dapat memberi lebih.

About Reyhan Apriathama 159 Articles
Seorang Test Driver penggemar yang suka dengan German Engineering dan masih berstatus single. Suka banget sama SUV dan Double Cabin apalagi buat kepentingan roadtrip.