Q7.

Test Drive : Audi Q7 3.0 TFSI Quattro

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

AutoPlusID.com – Pada hari Minggu kemarin, sebenarnya saya ingin mengajak seorang perempuan cantik pujaan hati saya untuk pergi jalan-jalan, tetapi sayangnya dia pergi bersama orang lain. Lantas, apakah saya harus putuskan untuk menunggunya? Saya rasa tidak, karena saya juga merencanakan untuk mengetes Audi Q7 yang sebenarnya saya sudah memimpikan untuk berkendara mobil ini sejak mengetahui mobil ini dilengkapi virtual cockpit layaknya sebuah Airbus A350 atau Boeing 777-300ER.

Daripada Anda penasaran terus, ada baiknya saya menjelaskan tentang mobil ini. Hehehe..

At A Glance

Kembali ke soal sejarah, memang saya akui mobil ini masih seumur jagung jika melihat kiprah nya di dunia SUV kelas limusin. Mengapa? Karena mobil ini sesungguhnya adalah sebuah jawaban atas tantangan banyak orang andaikan Audi membuat sebuah SUV, terlebih lagi sebenarnya pada era 2000an sudah ada Mercedes-Benz, BMW, VW dan Porsche yang sudah dahulu mengeluarkan SUV nya seperti GL, X5, Touareg dan Cayenne. Mobil ini diluncurkan oleh Audi pada musim gugur di tahun 2005. Mobil ini diawal generasinya menggunakan basis VW PL71 yang juga merupakan basis dari VW Touareg dan Porsche Cayenne generasi awal. Mobil ini menggunakan generasi 4L. Melihat desain mobil ini memang mobil ini diposisikan VW AG sebagai SUV keluarga? Kenapa? Karena mobil ini mampu menampung tujuh penumpang dan dari samping sangat panjang seakan terlihat seperti sebuah limusin. Generasi awal mobil ini hadir pada pertengahan 2006. Pada generasi awal mobil ini, banyak yang berasumsi bahwa mobil ini sangat boros bahan bakar untuk mesin bensin nya. Tetapi, mobil ini desainnya di tahun 2006 banyak sekali yang menyukainya termasuk seorang David Beckham yang menggunakan mobil ini pada generasi awal.  Tetapi, disisi lain mobil ini juga terdapat mesin Diesel nya yang berbagi mesin dengan VW Touareg yang dianggap lebih baik dalam konsumsi BBM dan daya jelajah. Beberapa tahun berselang mobil ini mengalami perubahan minor, sehingga wajahnya terlihat lebih cantik tanpa mengurangi kesan gagah dan atletis pada mobil ini, hingga pada awal 2015 mobil ini mengalami perubahan generasi dengan tipe 4M dengan basis terbaru yaitu VW MLBEvo. Audi Q7 terbaru ini juga berbagi basis dengan Audi A4 B9, Audi A8 D5 (2017), dan yang tak kalah mengagetkan adalah sebuah SUV termewah dan termahal di dunia yaitu Bentley Bentayga. Wow, itu artinya rasa kendara Audi Q7 akan seperti rasa berkendara Bentley Bentayga yang berharga beberapa kali lipat dibanding sebuah Audi Q7.

Desain

Kalo dilihat asli, ini mobil keren. Ciyus.
Kalo dilihat asli, ini mobil keren. Ciyus.

Melihat desain mobil ini diawal terlihat mobil ini jauh lebih gagah dan kekar, terlebih dengan banyaknya garis –garis tegas yang melingkari sekujur tubuhnya, walaupun desainnya 11-12 dari generasi sebelumnya, tapi desainnya ini terlihat bahwa mobil ini menginterpretasikan kegagahan dan wibawa seseorang. Dari depan terdapat grill yang besar khas Audi yang bergaris krom dan berbentuk garis lurus. Selain itu, lampu mobil ini terlihat sangat bagus dimalam hari dan memiliki teknologi yang mutakhir, yaitu Matrix LED, yang memiliki banyak fungsi dan sarat teknologi keselamatan dan tidak hanya sekedar estetika saja.  Dari samping desain mobil ini lebih mengotak dibanding generasi sebelumnya.

Desain Interior

Kisi ACnya mirip apa ya?
Kisi ACnya mirip apa ya?

Melihat desain interiornya, saya akui sangat bagus dan saya suka, karena desain interiornya tergolong landai untuk sebuah SUV walaupun ia memiliki postur yang jangkung. Dari segi dasbor, menurut saya desainnya sangat bagus sekali, mengapa? Karena tata dasbor nya sangat baik dan dibuat secara futuristis, menurut saya desainnya adalah yang terbaik jika dibandingkan dengan kompetitornya seperti Mercedes-Benz GL 400 Exclusive, karena desain nya lebih menonjolkan estetika akan kemewahan dibandingkan sebuah Mercy GL Class yang menonjolkan kesan aristokrat dan cukup konservatif walaupun ia dibalut secara mewah. Selain itu, panel instrumennya sangat informatif, tidak hanya ada GPS saja, tetapi display nya sangat bagus, walaupun memang belum seinovatif iDrive milik BMW.

Layar MMI, Multi Media Interface
Layar MMI, Multi Media Interface

Selain itu, mobil ini juga sudah dilengkapi head up display yang membantu anda dalam melihat kecepatan, sayangnya head up display nya menurut saya kurang bagus terutama dalam keadaan terang. Untuk kualitas material bahannya, saya rasa sudah bagus karena mobil ini memiliki kabin yang berwarna gelap dan tidak mudah kotor. Tapi, apa keistimewaan mobil ini dikelasnya?

Ini bisa menampilkan GPS. Nggak percaya?
Ini bisa menampilkan GPS. Nggak percaya?

Ternyata ada pada speedometernya, kenapa? Karena menurut saya speedometer mobil ini adalah yang paling cantik bahkan lebih cantik dibandingkan Mercedes Benz S-class sekalipun. Speedometer tersebut menurut Audi dinamakan Virtual Cockpit, karena jika dilihat speedometernya seperti sebuah pesawat dan melihatnya seakan-akan layaknya menjadi seorang pilot. Selain itu, juga menurut saya GPS nya sudah tergolong baik dalam hal point of interest. Selain itu, untuk setir kemudi sudah tilt dan teleskopik ditambah lagi banyaknya tombol pada setir membuat anda akan dimanjakan dengan mobil ini. Mobil ini memiliki akomodasi sebanyak tujuh penumpang, sayangnya mobil ini tidak memiliki rear seat entertainment yang notabene merupakan fitur standar yang mampu menghibur penumpang di belakang nya. Bangku baris ketiga nya menurut saya kurang ideal jika diduduki oleh orang yang berbadan diatas 170cm karena akan terasa sempit. Tetapi, mobil ini sudah dilengkapi mekanisme pelipatan jok secara elektris dan sudah memiliki pintu bagasi secara elektris. Ruangan bagasi nya sangat baik dan tergolong besar. Berbicara soal visibilitas, mobil ini sangat luas dan baik, belum lagi adanya panoramic sunroof yang menambah keluasan dalam kabinnya. Apakah hanya sebatas hal tersebut saja? Ternyata masih ada lagi hal yang bisa menjadi daya tariknya, yaitu lampu kabin senja pada kabinnya, mengapa? Karena lampu tersebut terlihat sangat indah dan romantis pada malam hari, apalagi jika berkendara bersama pasangan. Secara, keseluruhan kabin nya saya sangat suka karena terasa anti mainstream untuk sebuah SUV kelas mewah dan desainnya sangat ikonik terlebih lagi ada pepatah menyatakan “Ada harga ada rupa” inilah sebuah rupa yang sebanding dengan harga dan keuntungan secara emosional.

Performa

Ayo, setir aku!
Ayo, setir aku!

Berbicara soal performa, Audi Q7 dibekali oleh mesin 6 silinder 3.000 cc Turbo Fuel Stractified Injection (TFSI) dengan tenaga 333 hp dengan torsi 440 Nm. Mesin tersebut disalurkan melalui keempat rodanya secara permanen khas Audi “Quattro”. Mesin tersebut bertransmisi otomatis 8 percepatan dengan kopling ganda khas Audi yang berjudul S-Tronic. Untuk urusan performa, mobil ini dapat dikatakan impresif karena mobil ini dapat melaju dari diam hingga kecepatan 100 km/jam tuntas dalam 6.8 detik. Cukup impresif, karena adanya dukungan transmisi mobil ini yang cerdas serta penggunaan paddle shift yang membantu dalam berakselerasi. Untuk konsumsi bahan bakar, mobil ini tergolong hemat karena di dalam kota ia mampu mencetak 1 liter untuk 8.5 km/liter, wajar saja karena mobil ini bermesin bensin 6 silinder turbo dengan bobot sekitar 2.3 ton. Sebenarnya, di negara asalnya, yaitu di Jerman, ia juga dibekali oleh mesin diesel 3.000 cc Turbo Direct Injection, namun sayangnya tidak akan dijual di Indonesia atas dasar harga, mengapa? Karena adanya regulasi terkait perpajakan yang ‘sedikit’ aneh. Selain itu, kualitas BBM solar di Indonesia masih dipertanyakan baik atau buruknya karena jika ia menggunakan solar busuk, maka Diesel Particulate Filternya akan bermasalah jika digunakan secara terus menerus, dan yang lebih mengecewakan lagi karena faktor penyesuaian emisi di Indonesia yang baru akan menjadi berstandar Euro 4 pada 2018, padahal semestinya sudah dilakukan sejak 5 tahun silam, tetapi mobil ini juga sebenarnya sudah berstandar emisi Euro 5, terlepas dari isu skandal Diesel Gate VW yang membawa dampak negatif terhadap penjualan mesin diesel grup VW AG. Walaupun adanya isu skandal tersebut, saya tidak peduli dengan hal itu karena saya tahu bahwa andai saja ia bermesin diesel maka keasyikan mengemudi akan jauh lebih baik lagi dan konsumsi bahan bakar lebih irit agar mobil ini tetap memiliki daya jelajah yang tinggi seperti hal nya sebuah SUV. Lantas, bagaimana pengendaliannya? Untuk sebuah SUV limusin pengendalian nya presisi dan sangat baik, tidak mengalami limbung maupun body roll yang tinggi layaknya sebuah SUV pada umumnya. Selain itu, mobil ini memiliki bantingan suspensi yang pas dan empuk, walaupun ia bukan yang terempuk dikelasnya, tetapi sudah lebih dari cukup.  Secara keseluruhan, performa dari mobil ini menurut saya sudah lebih dari cukup baik secara akselerasi maupun konsumsi bahan bakar nya.

S-Tronic?
S-Tronic?

Fitur Keselamatan

Di balik bumper ini ada sensor airbag. Eh?
Di balik bumper ini ada sensor airbag. Eh?

Berbicara soal keselamatan mobil memiliki hasil uji tabrak Euro NCAP dengan hasil bintang 5, dengan komposisi 94 persen untuk penumpang dewasa, 88 persen untuk anak-anak, 70 persen untuk pejalan kaki dan bantuan keselamatan sebesar 76 persen. Nilai tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di kelas SUV untuk uji tabrak selama tahun 2015. Skor yang tinggi tersebut juga didukung oleh fitur keselamatan yang tergolong sangat baik untuk kelasnya. Sebut saja mobil ini sudah dilengkapi delapan buah kantung udara yang tersedia pada baris penumpang depan hingga belakang dan samping. Selain itu fitur keselamatan umum seperti ABS,EBD,BAS,ASR dan Hill Start Assist sudah menjadi fitur standar pada mobil ini. Selain itu, juga terdapat piranti pendukung penggerak 4 roda seperti Hill Descent Control. Dan juga, mobil ini sudah dilengkapi pengereman otomatis yaitu Multibrake Collision Assist dan Pre Sense yang berfungsi mencegah terjadinya tabrakan di jalanan. Secara keseluruhan, fitur keselamatan pada mobil ini sangat lengkap dan mampu melindungi penumpang dan pengemudi saat perjalanan.

 

 

Kesimpulan

IMG_34401

Dengan segudang kelebihan diatas mobil ini saya akui sangat sempurna dikelasnya dan mampu memenuhi ekspektasi seorang eksekutif mapan yang cinta akan sebuah SUV yang mampu mewakili dirinya. Mengapa sangat sempurna? Karena mobil ini selain memiliki fitur yang cukup lengkap dikelasnya juga memiliki desain yang ikonik dan futuristis dengan garis-garis tegasnya mobil ini terasa sangat berwibawa. Tapi persoalannya sesungguhnya terdapat pada harganya yaitu, Rp 2.050 miliar on the road Jakarta. Harga tersebut tergolong mahal jika dibandingkan pesaing terdekatnya seperti Mercedes-Benz GL 400 Exclusive dengan harga Rp 1.799 miliar off the road Jakarta. Tapi menurut saya dengan harga tersebut sesungguhnya sangat masuk akal karena dia masih lebih murah dibandingkan dengan Infiniti QX80 ataupun Toyota Land Cruiser. Tapi, apa keistimewaan mobil ini? Menurut saya mobil ini mampu memadukan kesempurnaan sebuah SUV yang nyaman dikendarai dan nyaman berada pada penumpang belakang. Walaupun, ia tidak dilengkapi dengan fitur pemanja penumpang seperti Rear Seat Entertainment, tetapi menurut saya hal tersebut tidak akan mempengaruhi seorang petrolhead dalam membeli mobil ini karena mobil ini tidak hanya nyaman tetapi juga mampu memadukan kesempurnaan performa dan kecanggihan fitur-fitur yang ia miliki.

Bagaimana menurut Anda? Sampaikan komentar Anda di bawah ini, dan stay tune terus di AutoPlusID.com untuk review lainnya. See ya!

Test Driver : Reyhan Apriathama

About Veyvez Zatha 29 Articles
Petrolhead alias reviewer mobil yang nyasar ke dunia hitung-hitungan alias matematika. Penggemar sejati air-cooled Porsche. Cari dia di Instagram @veyvez