Test Drive : Renault Koleos (Part 2), Pilihan Terbaik Dikelasnya?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Pada bagian kedua ini kami akan membahas performa, rasa berkendara dan kesimpulan dari mobil ini. Saat kita menengok ke ruang mesin barulah kita mengetahui bahwa Renault Koleos ini menggunakan mesin yang serupa dengan Nissan X-Trail, yaitu 2.500 cc berkode QR25DE dengan tenaga 170 hp dan torsi 220 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke transmisi 7 percepatan CVT dan disalurkan ke roda depan. 

Untuk soal mesin, anda tidak perlu meragukan lagi kehandalan mesin tersebut yang sudah teruji pada Nissan X-Trail dalam tiga generasi terakhir ini. Sayangnya, transmisi CVT pada mobil ini belum dilengkapi mode sport sehingga akan mengurangi performa puncaknya. Setelah mengetahui fitur dan spesifikasi mobil ini, rasanya kami tidak sabar untuk membeberkan impresi berkendara dari mobil yang menggunakan basis yang sama seperti Nissan X-Trail.

Mobil ini menggunakan mesin dengan unit yang serupa dengan Nissan X-Trail
Mobil ini menggunakan mesin dengan unit yang serupa dengan Nissan X-Trail

Harus kami akui mobil ini memiliki rasa berkendara yang mirip seperti Nissan X-Trail, hal tersebut bukanlah hal yang negatif sebenarnya karena X-Trail adalah sebuah mobil yang terbaik di kelasnya secara pengendaraan. 

Walaupun bagi orang yang paham betul mungkin berpikir kalo mobil ini seperti “Eropa KW” sehingga mengurangi cita rasa eropanya. 

Terlepas dari asumsi negatif tersebut kami sangat suka dengan pengendaraan dari mobil ini yang cukup menggugah dan mengutamakan kehalusan berkendara, belum lagi mobil ini memiliki kekedapan kabin yang sangat memadai ditambah desain interior yang roomy membuat anda terasa betah berada di kabin ini walaupun harus bermacet-macet di jalanan karena multimedia yang sangat menarik serta kehadiran lampu iluminasi dan panoramic sunroof meningkatkan suasana kabin yang lebih nikmat. 

Berbicara soal performa memang ia tergolong cukup memadai meskipun memang mobil ini sedikit lebih lamban dikarenakan mobil ini mempunyai bobot yang lebih gambot dibandingkan dengan Nissan X-Trail, dari hasil yang kami uji untuk akselerasi dari 0-100 km/jam tuntas dalam 10,2 detik, sementara untuk konsumsi bahan bakar di rute jalur bebas hambatan dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam mobil ini mencatat 18.5 km/l sementara di rute dalam kota dengan kecepatan 19 km/jam mobil ini sanggup mencatat 9,2 km/l. 

Untuk soal pengendalian mobil ini memiliki karakter yang dibuat sedikit kaku dibanding Nissan X-Trail untuk memberikan kestabilan yang lebih baik mengingat perawakan mobil ini yang lebih gambot.

Walaupun dengan segudang kelebihan yang membuat mobil ini sangat layak untuk dipinang, namun ada beberapa hal yang patut kami kritisi. Yang pertama ialah pengaturan AC yang menyatu dengan R-Link sehingga anda akan sedikit direpotkan dengan pengaturan yang cukup kompleks, yang kedua ialah ventilasi AC yang selalu membuka pada waktu tertentu sehingga anda harus menutupnya setiap waktu, dan terakhir ialah jaringan purnajual Renault yang masih dikatakan sangat minim sehingga mereka diharuskan untuk meningkatkan purnajual mereka, kabar gembiranya ialah pemanfaatan Aliansi Renault Nissan yang membantu jaringan purnajual Renault di Indonesia, tercatat untuk saat ini Renault telah memiliki empat bengkel di Jabodetabek dan akan terus ditambah dalam jangka beberapa tahun kedepan sehingga konsumen Renault di Indonesia tidak perlu khawatir akan jaringan aftersales nya.

Kami dapat menyimpulkan bahwa mobil ini merupakan salah satu pilihan terbaik di kelas Mid SUV dengan fitur dan desain mobil ini sebagai senjata utama nya, belum lagi mobil yang sebasis dengan Nissan X-Trail ini masih memberikan pengendaraan yang baik dikelas Mid SUV dan mobil ini merupakan pilihan yang sangat tepat bagi anda yang menginginkan SUV asal Eropa namun dengan budget setara SUV Jepang. Harga 495 juta on the road ini kami rasa sepadan dengan fitur yang ia usung, belum lagi faktor CBU dari Korea Selatan masih kami anggap wajar untuk sebuah Mid SUV.

+ Plus

  • Desain Eksterior
  • Desain Interior
  • Fitur Lengkap
  • Kehalusan Berkendara
  • Keheningan Kabin
  • Kualitas Audio
  • R-Link

–   Minus

  • Jaringan purnajual
  • Fitur ESP tidak dapat dinonaktifkan
  • Fleksibilitas bangku penumpang baris kedua
  • Brand Awareness
  •  Pengaturan AC Rumit
About Reyhan Apriathama 159 Articles
Seorang Test Driver penggemar yang suka dengan German Engineering dan masih berstatus single. Suka banget sama SUV dan Double Cabin apalagi buat kepentingan roadtrip.